Gambar janin dalam kandungan ibu

16+Minggu+Pembentukan+tangan+dan+kaki

Bagi seorang ibu yang sedang hamil, pasti merasakan adanya perubahan tubuh dan secara emosional juga merasakan kehadiran kehidupan baru di dalam tubuhnya. Meskipun demikian, ibu hanya bisa merasakan saja tanpa bisa mengetahui dengan detail bagaimana perkembangan dan keadaan janin di dalam kandungan. Kali ini, pinginsehat akan mencoba membantu ibu-ibu untuk melihat gambaran umum perkembangan janin di dalam tubuhnya.



Gambar Janin di dalam rahim



Gambar Janin 2 minggu di dalam rahim



Perkembangan janin dimulai saat ini



Gambar langkah pertama dalam perkembangan janin.



Gambar janin melayang dengan tenang didalam rahim ibu

 



Pada 16 minggu perkembangannya, anggotaSelengkapnya...

ASI dan Zat Kandungan Anti Kanker

ASI dan Zat Kandungan Anti Kanker

Bagi bayi, tidak ada asupan paling baik selain Air Susu Ibu (ASI). Karena dalam ASI itulah segala kebutuhan si kecil akan terpenuhi.

Kandungan ASI selain memegang peran utama dalam perkembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya juga memiliki memberikan proteksi pada bayi terhadap berbagai ancaman penyakit serius seperti kanker.

Terdengar aneh memang! Namun ASI mengandung zat ajaib yang sering disebut kolostrum yang memberikan proteksi pada bayi terhadap berbagai ancaman penyakit serius seperti kanker.

Dilansir Sciencenewsline, sebuah penelitian terbaru menemukan suatu bentuk protein pada ASI yang ternyata memiliki sifat sebagai zat antikanker, yang biasa disebut TNF-apoptosis inducing ligand (TRAIL).

Para peneliti mengambil sampel dari kolostrum (susu pertama yang keluar dari payudara ibu, berbentuk cairan kekuningan agak kental) serta ASI dari perempuan yang baru menjadi ibu. Peneliti juga mengambil sampel darah dari perempuan sehat serta susu formula.

Responden yang terlibat dalam penelitian ini telah dites terlebih dahulu dan memenuhi syarat karena tidak menunjukkan tanda-tanda eklampsia, infeksi atau demam, sehingga bisa melahirkan bayi yang sehat.

Selanjutnya peneliti mengukur tingkat TRAIL dari kolostrum, ASI, darah (serum) dan susu formula. Ditemukan kolostrum dan ASI mengandung 100-400 kali lipat kadar TRAIL yang lebih tinggi dibanding darah, sedangkan pada susu formula tidak ditemukan TRAIL.

"TRAIL merupakan kandidat kuat untuk menjelaskan efek biologis secara menyeluruh dari menyusui dalam melawan kanker," kata peneliti.

Selain itu hasil studi ini juga menguatkan peran penting dalam pencegahan kanker pada anak, seperti kanker lymphoblastic leukemia, penyakit Hodgkins serta neuroblastoma yang banyak menyerang anak-anak.

"ASI memiliki peran penting dalam mencegah jenis kanker tertentu pada anak seperti leukemia lymphoblastic, penyakit Hodgkin, dan neuroblastoma. Namun, laurutan TRAIL endogen adalah kandidat kuat untuk menjelaskan efek biologis keseluruhan dari menyusui dalam melawan kanker," kata peneliti.

Para ibu yang dipilih untuk berpartisipasi dalam penelitian ini sudah memenuhi syarat karena mereka tidak menunjukkan tanda-tanda eklampsia, infeksi, atau demam.

Diketahui kanker anak terjadi sekitar 2-4% dari seluruh kasus kanker pada manusia dan menyebabkan 10 persen kematian pada anak. Kanker anak kemungkinan besar dapat disembuhkan jika ditemukan pada stadium dini. [mor]Selengkapnya...

Awas! Makanan Kemasan Bayi Berbahaya



INILAH.COM, Jakarta - Perkembangan zaman yang kian modern membuat cara instan kian menjadi pilihan, terutama dalam pemberian makanan pada bayi.

 

Makanan bayi yang selama ini terkenal praktis dan aman, serta menyehatkan untuk tumbuh kembang si kecil, ternyata berbahaya. Sebuah studi baru membuktikan.

 

Penelitian yang dipublikasikan dalam Food Chemistry Journal melaporkan, dalam makanan bayi hanya mengandung kurang dari seperlima pasokan yang seharusnya diberikan untuk bayi.

 

Para peneliti mengambil delapan sampel dengan merek berbeda di negara tempat lokasi penelitian. Dari hasil penelitian melalui alat induktansi dan plasma optical spektrometer, didapati bahwa makanan instan tersebut tidak mencukupi nutrisi harian seperti kalsium, magnesium, seng, zat besi, dan juga mineral.

 

Penelitian yang dilakukan oleh University of Greenwich School of Science juga mengungkapkan bahwa pemberian olahan daging dan sayuran instan saja tidak akan cukup. Karena jenis makanan tersebut hanya berada di bawah 20 persen dari jenis makanan yang direkomendasikan.

 

Para peneliti menyarankan agar para ibu memberikan jenis makanan sehat seperti daging dan sayuran segar sesuai dengan usia bayi. Selain itu, ASI juga sebaiknya tetap diberikan hingga bayi berusia dua tahun. [mor]Selengkapnya...