Showing posts with label balita. Show all posts
Showing posts with label balita. Show all posts

Jika Anak Suka Merusak Barang



Merusak barang-barang merupakan hal yang biasa di kalangan anak-anak. Tahukah kenapa suka merusak? Karena dengan merusak anak-anak menemukan kenikmatan yang lain. Lihat saja ekspresinya ketika membanting barang, pasti dengan tersenyum atau lebih sering terbahak-bahak. Jadi kalau anak tidak boleh merusak mainan lebih baik tidak usah dibelikan, karena pasti dirusak atau minimal dibanting.

Pernahkah mendengar bahwa anak-anak memiliki hasrat yang luar biasa untuk mencari tahu dan melakukan eksplorasi. Ia ingin , misalnya menghancurkan mobil-mobilan agar ia tahu apa yang ada didalamnya, atau melemparkan mainannya ke dinding untuk melihat mainannya itu memantul lagi atau tidak. Seorang anak juga bisa melemparkan mainanya keluar jendela untuk melihat apa yang terjadi ketika mainannya itu jatuh.

Terkadang, anak juga melakukan pengrusakan karena marah yang terpendam dalam hatinya. Ia mengungkapkan kemarahannya dengan merusak barang. Anak memiliki gejolak emosi yang keluar dalam bentuk demikian. Menghadapi hal seperti itu, apa yang harus dilakukan dalam menghadapinya? Menghukum? Jangan!

[http://dmcd6hvaqrxz0.cloudfront.net/2012/06/12/43f50e3534e5212e8992eb90a7c4a814.jpg]

Biarkan saja. Membiarkan ini dalam artian yang positif, maksudnya memberikan kesempatan kepada anak untuk mencari tahu dan mengambil hal positif darinya. Karena kadang anak melakukan pengrusakan itu hanya untuk menguji perhatian orang tua.

Jika orang tuanya tidak merespon, biasanya ia tidak jadi merusak dan beralih ke objek yang lain. Kesimpulannya, seorang anak pasti mengalami ledakan-ledakan emosional. Ia memiliki dorongan untuk merusak barang untuk itu berikan kesempata anak untuk melampiaskan kemarahannya selama tidak membahayakan dirinya atau orang lain.

Menyetop tingkah laku merusak anak, tidak dengan cara menghukum. Misalnya dengan cara melarang. Ketika dilarang sudah merespon larangan tersebut, sebaiknya orang tua bertanya apa yang dikehendaki anak. Jika yang dikehendaki anak tidak mungkin dituruti, berilah penjelasan. Setelah memberi penjelasan secukupnya, ajaklah anak untuk bermain, permainan yang paling disukainya.

Jika sesuatu atau benda yang akan dilempar akan merusak atau membahayakan yang lain atau dirinya sendiri, segera hentikan. Ambil segera, jangan merebut. Jika benda tersebut tajam dan anak tidak mau melepaskannya, pegang saja dan bujuk untuk melepaskannya. Katakan saja bahwa benda yang dipegangnya bisa melukai orang lain. Jangan lupa mengucapkan terima kasih dan memeluknya ketika benda tersebut dilepaskan.

Saat memberi penjelasan, jangan lupa minta anak untuk menjelaskan alasan pengerusakan atau alasan marahnya. Hal ini dilakukan untuk memunculkan rasa tanggung jawab dan rasa bersalah. Pola komunikasi ini sebaiknya dilakukan saat anak dalam keadaan tenang agar anak merasa aman dan nyaman.

Orang tua juga harus memberikan pemahaman bahwa jika ingin meluapkan meluapkan keinginan atau marahnya haruslah dengan cara-cara yang lebih tepat.

Mengasuh anak memang tidak semudah teori-teori psikologi, buku-buku yang banyak beredar bahkan tak semudah menuliskan artikel ini. Tetapi teori, buku, dan berbagai artikel adalah short card-nya karena anak-anak punya punya karakter yang berbeda.

(felly@oktomagazine.com)Selengkapnya...

Dek, Ayo Pakai Dulu Celana Dalamnya!

Detail Berita
(Foto: gettyimages)

"KENAPA harus pakai celana dalam sih, Ma? Aku kan sudah pakai celana." Pernahkah Moms mendapati si kecil ngeles saat akan dipakaikan celana dalam? Perlu diketahui,

Bukan sekadar celana dalam

Bernadeta Kusdiantari, S.Psi., Psi dari Experd Consultant mengatakan, anak-anak yang tidak mau pakai celana dalam lebih sering ditemui pada anak laki-laki. Karena anak perempuan biasanya diperlakukan lebih teliti daripada anak laki-laki.

Di samping itu, faktor meniru kebiasaan sang ayah yang menggunakan celana pendek yang juga berfungsi sebagai celana dalam semakin memperkuat alasan anak laki-laki untuk menolak saat dipakaikan celana dalam.

Padahal dengan memakai celana dalam ada manfaatnya loh:

1. Kesehatan: menghindari iritasi (bila masih menggunakan diapers), menghindari gesekan saat beraktivitas, sirkulasi udara dan keringat dapat terserap dengan lebih baik.

2. Keamanan: menghindari terjepit retsleting, alat kelamin terlihat pada saat melakukan aktivitas (seperti berjongkok).

Anak 'tak suka' Karena...

- Kurang sempurnanya pembelajaran toilet training

Pada usia 1-2 tahun, pengenalan mengunakan celana dalam dapat mulai dilakukan. Jika pendidikan toilet training berjalan dengan baik, maka anak tidak perlu menggunakan diaper karena mampu mengontrol/merasakan saat akan buang air dan dapat mulai dipakaikan celana dalam.

Namun karena banyaknya pilihan diaper yang semakin inovatif (antikerut, bisa 5 x menahan air), sering membuat Moms terlena untuk tetap menggunakan diaper bahkan sampai anak sudah memasuki masa sekolah.

Bahkan perilaku ini lebih dikarenakan Moms menghindari banyak cucian, tidak mau repot, atau malu kalau anaknya ngompol di depan umum. Hal ini dapat memperpanjang masa belajar atau antisipasi anak tidak mau memakai celana dalam yang sebenarnya dapat dilakukan sejak awal.

- Kurang nyaman

Awalnya anak sudah mau dipakaikan celana dalam, namun lama kelamaan enggan. Penebabnya bisa karena celana dalam yang kurang sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya celana dalam terlalu ketat, kelonggaran, berbahan kasar sehingga kurang menyerap keringat dan menyebabkan lecet. Semua itu dapat menimbulkan rasa tidak menyenangkan atau traumatis yang menyebabkan anak tidak ingin mengalaminya kembali. Untuk itu, Moms perlu lebih peka dan memperhatikan gejala yang ada.

- Contoh yang kurang sesuai

Anak laki-laki meniru sang ayah yang biasa menggunakan celana pendek yang difungsikan sebagai celana dalam. Anak laki-laki melihat bahwa dengan menggunakan celana pendek sama dengan menggunakan celana dalam, sehingga menjadi enggan untuk dipakaikan celana dalam.

Bila tidak memakai celana dalam

Jika anak kurang menjadikan penggunaan celana dalam sebagai suatu kebutuhan untuk melindungi organ vital, hal ini dapat semakin berdampak negatif bagi rasa percaya diri anak pada masa akil balik nanti.

Anak akan mendapat olokan dari temannya akibat tidak menggunakan celana dalam. Sehingga anak menjadi rendah diri dan memengaruhi kontak sosial yang dilakukannya. Selain itu juga dapat memengaruhi kesehatan dan juga keamanan si kecil.





Selengkapnya...

Jangan Remehkan Diare pada Anak Anda

Bayi Diare

Diare atau dikenal juga dengan mencret memang sering menjadi masalah kesehatan yang banyak kita temukan di kalangan masyarakat, baik dewasa maupun anak-anak. diare sendiri merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan tertinggi pada anak, terutama usia di bawah 5 tahun. Karena itulah para ibu sudah sepatutnya tidak meremehkan jika anaknya menderita diare karena komplikasi yang dapat disebabkan diare. Berikut adalah informasi mengenai diare yang dapat dijadikan pegangan jika anak anda menderita diare.

DEFINISI DIARE
Diare dapat diartikan sebagai meningkatnya frekuensi buang air besar dan berubahnya konsistensi menjadi lebih lunak atau bahkan cair.

Penggolongan Diare
Menurut asalnya, diare dibagi menjadi diare cair dan diare berdarah atau sindrom disentri. Apabila dilihat berdasarkan lamanya diare, dibagi menjadi diare akut dan diare persisten.

Diare cair akut adalah buang air besar lembek atau bahkan dapat berupa air saja, dengan atau tanpa darah dan lendir, dengan frekuensi tiga kali atau lebih sering dari biasanya dalam 24 jam, dan berlangsung kurang dari 14 hari. Pada bayi usia 0-2 bulan, frekuensi BAB anak yang minum ASI bisa mencapai 8-10 kali sehari dengan tinja yang lunak, sering berbiji-biji, dan berbau asam. Selama berat badan bayi meningkat normal, hal tersebut tidak tergolong diare, tetapi merupakan kurangnya toleransi terhadap laktosa yang ada pada susu yang bersifat sementara akibat belum sempurnanya perkembangan saluran cerna. Sedangkan sindrom disentri adalah kumpulan gejala diare dengan darah dan lendir. Jadi ibu ibu tidak perlu panik tapi juga tidak meremehkan jika anak terserang diare.Selengkapnya...

Bila bayi bersuara "grok-grok"


Si kecil kerap mengeluarkan suara grok-grok. Patutkah dikhawatirkan?

\"\"Bagian dalam tubuh manusia, asal tahu saja, selalu berlendir. Jadi memang sudah dirancang untuk terus memproduksi lendir yang berfungsi membersihkan saluran pernapasan dan menangkal infeksi kuman ataupun virus dari dalam tubuh. Nah, tubuh bayi pun memproduksi lendir. Hanya saja karena refleksnya untuk mengeluarkan lendir belum baik, akibatnya jumlah lendir \"menumpuk\". Ini wajar saja selama lendir tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas bayi (seperti makan-minumnya tetap baik, tidurnya pun bisa nyenyak), tidak muntah, dan tak ada demam. Kalau begini, tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun, beri perhatian jika suara grok-grok yang timbul terdengar begitu nyaring (terlebih saat bayi menangis). Bayi pun tampak sulit tidur dan aktivitasnya kerap terganggu (sulit makan dan minum, sering muntah, dan berat badan susah naik). Apalagi bila disertai hidung meler dan tersumbat, bersin-bersin, dan suhu tubuh meninggi. Ini biasanya disebabkan infeksi virus.Selengkapnya...

Bila bayi bersuara "grok-grok"


Si kecil kerap mengeluarkan suara grok-grok. Patutkah dikhawatirkan?

\"\"Bagian dalam tubuh manusia, asal tahu saja, selalu berlendir. Jadi memang sudah dirancang untuk terus memproduksi lendir yang berfungsi membersihkan saluran pernapasan dan menangkal infeksi kuman ataupun virus dari dalam tubuh. Nah, tubuh bayi pun memproduksi lendir. Hanya saja karena refleksnya untuk mengeluarkan lendir belum baik, akibatnya jumlah lendir \"menumpuk\". Ini wajar saja selama lendir tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas bayi (seperti makan-minumnya tetap baik, tidurnya pun bisa nyenyak), tidak muntah, dan tak ada demam. Kalau begini, tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun, beri perhatian jika suara grok-grok yang timbul terdengar begitu nyaring (terlebih saat bayi menangis). Bayi pun tampak sulit tidur dan aktivitasnya kerap terganggu (sulit makan dan minum, sering muntah, dan berat badan susah naik). Apalagi bila disertai hidung meler dan tersumbat, bersin-bersin, dan suhu tubuh meninggi. Ini biasanya disebabkan infeksi virus.Selengkapnya...

ASI dan Nutrisi untuk kesehatan bayi

Manfaat Menyusui


Alam telah menyediakan makanan/nutrisi paling lengkap dan berlimpah untuk melindungi pertumbuhan dan kesehatan bayi melalui ibu. ASI memenuhi seluruh kebutuhan biologis bayi akan nutrisi, karena itulah sebaiknya anda mempertimbangkan untuk menyusui bayi anda.


Tak dapat diragukan lagi, menyusui adalah cara pemberian makan bayi yang paling baik. Oleh karena itu sebaiknya sejak awal kehamilan keinginan ini sudah dikemukakan kepada dokter sehingga anda dapat menyiapkan fisik dan mental dengan baik kearah itu. Anda perlu juga membahas keputusan ini dengan suami, karena dia dapat memberikan dukungan emosi sepenuhnya terhadap semua usaha anda.


Menyusui secara alami

Menyusui adalah cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi anda. ASI adalah makanan yang paling ideal untuk bayi. Semua unsur gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi normal ada didalamnya. Pada saat yang sama, tindakan menyusui membangun hubungan intim dan hangat antara ibu dan bayinya. Hal ini sangat penting bagi perkembangan psikologis yang sehat dari sang bayi.


Seorang ibu yang menyusui harus memiliki keyakinan terhadap diri dan bayinya serta menjadikan aktifitas menyusui sebagai pengalaman berharga bagi mereka berdua. Menyusui bayi berarti memberikan awal kehidupan yang baik kepada seorang anak.


Sumber: http://www.wyethindonesia.com/$$ASI%20dan%20Nutrisi.htmlSelengkapnya...

ASI dan Nutrisi untuk kesehatan bayi

Manfaat Menyusui


Alam telah menyediakan makanan/nutrisi paling lengkap dan berlimpah untuk melindungi pertumbuhan dan kesehatan bayi melalui ibu. ASI memenuhi seluruh kebutuhan biologis bayi akan nutrisi, karena itulah sebaiknya anda mempertimbangkan untuk menyusui bayi anda.


Tak dapat diragukan lagi, menyusui adalah cara pemberian makan bayi yang paling baik. Oleh karena itu sebaiknya sejak awal kehamilan keinginan ini sudah dikemukakan kepada dokter sehingga anda dapat menyiapkan fisik dan mental dengan baik kearah itu. Anda perlu juga membahas keputusan ini dengan suami, karena dia dapat memberikan dukungan emosi sepenuhnya terhadap semua usaha anda.


Menyusui secara alami

Menyusui adalah cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi anda. ASI adalah makanan yang paling ideal untuk bayi. Semua unsur gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi normal ada didalamnya. Pada saat yang sama, tindakan menyusui membangun hubungan intim dan hangat antara ibu dan bayinya. Hal ini sangat penting bagi perkembangan psikologis yang sehat dari sang bayi.


Seorang ibu yang menyusui harus memiliki keyakinan terhadap diri dan bayinya serta menjadikan aktifitas menyusui sebagai pengalaman berharga bagi mereka berdua. Menyusui bayi berarti memberikan awal kehidupan yang baik kepada seorang anak.


Sumber: http://www.wyethindonesia.com/$$ASI%20dan%20Nutrisi.htmlSelengkapnya...

Anak anda sering sakit-sakitan?

Anak anda sering sakit2an.. sering sekali mengalami demam? ada kemungkinan anak anda kena phimosis.
Silahkan baca artikel pinginsehat berikut..

Phimosis adalah kondisi ujung prepusium ( kulit luar penis ) menyempit, sehingga terdapat sisa air kencing yang tertimbun di bagian prepotium (kulit penutup kepala penis, kulup). Bila kondisi itu di biarkan, pasien bisa mengalami peradangan.Selain itu anak menjadi sering sakit-sakitan.

Phimosis terjadi karena banyak kotoran yang mengendap di dalam kulup. Bila tidak dibuang, kotoran tersebut bisa
Selengkapnya...

Anak anda sering sakit-sakitan?

Anak anda sering sakit2an.. sering sekali mengalami demam? ada kemungkinan anak anda kena phimosis.
Silahkan baca artikel pinginsehat berikut..

Phimosis adalah kondisi ujung prepusium ( kulit luar penis ) menyempit, sehingga terdapat sisa air kencing yang tertimbun di bagian prepotium (kulit penutup kepala penis, kulup). Bila kondisi itu di biarkan, pasien bisa mengalami peradangan.Selain itu anak menjadi sering sakit-sakitan.

Phimosis terjadi karena banyak kotoran yang mengendap di dalam kulup. Bila tidak dibuang, kotoran tersebut bisa
Selengkapnya...

Mengatasi Anak Susah Makan

SETIAP anak biasanya mengalami masa sulit makan. Seringkali hal ini membuat orangtua kawatir sang anak kekurangan nutrisi. Sebenarnya, semua anak yang sehat dan normal tidak akan membiarkan dirinya kelaparan.  Jadi, jika Anda telah memeriksa anak tidak sedang sakit, tidak sedang tumbuh gigi, tidak ada sariawan/jamur atau gangguan pada pencernaannya, serta anak tetap tampak aktif dan bahagia, maka tak perlu panik menghadapi aksi anak yang satu ini.

Yang perlu dilakukan orangtua pertama kali adalah mencari tahu penyebab anak tidak mau makan. Jika memang tidak ditemukan gangguan fisik seperti di atas, maka penyebabnya adalah masalah psikis. Secara umum, anak tidak mau makan mungkin karena beberapa hal berikut:

  • Anak masih belum trampil mengolah makanan.
  • Tekstur makanan yang tidak sesuai dengan perkembangannya.
  • Suasana makan yang kurang menyenangkan.
  • Trauma dengan acara makan.
  • Bosan dengan menu, dll

Berikut ini beberapa gejala anak sulit makan dan solusi yang mungkin bisa kita lakukan agar nafsu anak kembali normal.

1. Mengeluarkan kembali dengan lidahnya

Jika ini dilakukan oleh anak yang baru belajar makan, umur 6 bulan ke atas, kemungkinan disebabkan organ-organ mulutnya belum trampil mengolah makanan atau anak merasa aneh dengan makanan yang relatif baru baginya. Sebaiknya tekstur makanannya diperlembut dan tetap sabar menyuapi.

Selengkapnya...

Mengatasi Anak Susah Makan

SETIAP anak biasanya mengalami masa sulit makan. Seringkali hal ini membuat orangtua kawatir sang anak kekurangan nutrisi. Sebenarnya, semua anak yang sehat dan normal tidak akan membiarkan dirinya kelaparan.  Jadi, jika Anda telah memeriksa anak tidak sedang sakit, tidak sedang tumbuh gigi, tidak ada sariawan/jamur atau gangguan pada pencernaannya, serta anak tetap tampak aktif dan bahagia, maka tak perlu panik menghadapi aksi anak yang satu ini.

Yang perlu dilakukan orangtua pertama kali adalah mencari tahu penyebab anak tidak mau makan. Jika memang tidak ditemukan gangguan fisik seperti di atas, maka penyebabnya adalah masalah psikis. Secara umum, anak tidak mau makan mungkin karena beberapa hal berikut:

  • Anak masih belum trampil mengolah makanan.
  • Tekstur makanan yang tidak sesuai dengan perkembangannya.
  • Suasana makan yang kurang menyenangkan.
  • Trauma dengan acara makan.
  • Bosan dengan menu, dll

Berikut ini beberapa gejala anak sulit makan dan solusi yang mungkin bisa kita lakukan agar nafsu anak kembali normal.

1. Mengeluarkan kembali dengan lidahnya

Jika ini dilakukan oleh anak yang baru belajar makan, umur 6 bulan ke atas, kemungkinan disebabkan organ-organ mulutnya belum trampil mengolah makanan atau anak merasa aneh dengan makanan yang relatif baru baginya. Sebaiknya tekstur makanannya diperlembut dan tetap sabar menyuapi.

Selengkapnya...

Tips Praktis Mengatasi anak Susah Makan

By Luluk Lely Soraya

Problema sulit makan ini dialami anak di usia balita. Umumnya mulai ditemui pada usia anak 1-4 th. Banyak hal yang menyebabkan anak susah makan. Karena bagi anak, saat makan itu bukan hanya pemenuhan gizi tetapi juga saat penuh tantangan, rasa ingin tahu, berlatih, belajar, dsb.

Berikut sekilas bahasan penyebab anak susah makan & tips singkat mengatasinya :

1. Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan.
Menu makan saat bayi (> 6 bl) yg itu-itu saja akan membuat anak bosan dan malas makan. Belum lagi cara penyajian makanan yg campur aduk antara lauk pauk spt makanan diblender jadi satu. Sama sptSelengkapnya...

MEMILIH SUSU BAYI

Selain mememperhatikan usia, dalam memilih susu formula yang tepat juga perlu diperhatikan apakah bayi Anda bermasalah atau tidak. Tentunya, apa saja kandungan gizi pada susu formula tersebut perlu Anda ketahui.


Memilih susu formula untuk bayi, tampaknya tak semudah yang dibayangkan. Apalagi sekarang begitu banyak produk susu formula yang ditawarkan, dari yang biasa sampai berlabel mengandung zat gizi tambahan yang penting untuk bayi.


Sayangnya, kebanyakan dari kita tak paham dengan istilah-istilah zat gizi yang terdapat dalam susu formula tersebut. Itulah mengapa, banyak ibu yang akhirnya jadi bingung, harus memilih susu formula seperti apa yang tepat untuk sang buah hati tercinta.


Nah, agar Ibu dan Bapak tak salah pilih, mari kita simak bahasan ahlinya berikut ini.


SESUAIKAN USIA


\"Tentunya yang pertama-tama harus diperhatikan adalah usia si bayi,\" kata Mohamad Harli. Sebagaimana diketahui, susu formula dibagi dalam 2 golongan usia, yaitu untuk bayi usia 0-6 bulan yang umumnya disebut susu formula awal dan untuk bayi usia 6-12 bulan atau susu formula lanjutan. \"Perbedaan ini disebabkan pencernaan bayi usia 6 bulan ke bawah belum sempurna\". Lain hal dengan bayi usia 6 bulan ke atas, \"umumnya sudah mulai lebih baik.\" Bukankah bayi usia ini juga sudah mulai diberi makanan tambahan? Jadi, kandungan gizi dalam susu formulanya pun disesuaikan kemampuan pencernaan bayi usia ini.


Disamping itu, lanjut Harli, \"kebutuhan zat gizi untuk bayi usia 6 bulan ke bawah tak sama dengan bayi usia di atas 6 bulan,\" terangnya. Perbedaan paling jelas terdapat pada kalori. \"Untuk bayi usia di bawah 6 bulan, kalori yang dibutuhkan per harinya sebesar 560 Kkl. Sedangkan bayi usia di atas 6 bulan membutuhkan 800 Kkl per harinya.\" Soalnya, energi bayi usia 6 bulan ke atas sudah lebih banyak karena pertumbuhan usia dan berat badannya bertambah. Jadi, kalori yang dibutuhkan juga lebih banyak.


Dalam bahasa lain, kandungan gizi pada susu formula, baik yang awal atau lanjutan, selalu disesuaikan dengan usia dan kemampuan pencernaan bayi, serta kebutuhan gizi setiap pertambahan usianya. Bahkan, juga dengan berat dan tinggi badan bayi. Tentunya, yang dijadikan patokan adalah ukuran untuk bayi normal.


ADA 3 JENIS


Selengkapnya...

Tabel Perkembangan bayi dan balita
























































































































































UmurGerakan KasarGerakan HalusKomunikasiSosial & Kemandirian
1 blnTangan & kaki bergerak aktifKepala menoleh ke samping kanan-kiriBereaksi terhadap bunyi loncengMenatap wajah ibu/pengasuh
2 blnMengangkat kepala ketika tengkurap

Memegang mainan
BersuaraTersenyum spontan
3 blnKepala tegak ketika didudukkanTertawa / berteriakMemandang tangannya
4 blnTengkurap-terlentang sendiriMeraih, menggapai
5 blnMenoleh ke suaraMeraih mainan
6 blnDuduk tanpa berpeganganMemasukkan biskuit ke mulut
7 blnMengambil dengan tangan kanan&kiri

Bersuara ma....ma....
8 blnBerdiri berpegangan
9 blnMenjimpitMelambaikan tangan
10 blnMemukulkan mainan dgn kedua tanganBertepuk tangan
11 blnMemanggil papa mamaMenunjuk dan meminta
12 blnBerdiri tanpa berpeganganMemasukkan mainan ke cangkirBermain dgn orang lain
15 blnBerjalanMecoret-coretBerbicara 2 kataMeminum dari gelas
1,5 thnLari, naik tanggaMenumpuk 2 mainanBerbicara beberapa kataMemakai sendok & menyuapi boneka
2 thnMenendang bolaMenumpuk 4 mainanMenunjuk gambarMelepas/memakai baju, menyikat gigi
2,5 thnMelompatMenunjuk bagian tubuhMencuci & mengeringkan tangan
3 thnMenggambar garis tegakMenyebutkan warna bendaMenyebutkan nama teman
3,5 thnBerdiri satu kakiMenggambar lingkaran

Menggambar tanda tambah

Menggambar manusia

(kepala, badan kaki)
Bercerita singkat menyebutkan penggunaan bendaMemakai baju kaos
4 thnMemakai baju tanpa dibantu
4,5 thnBermain kartu (?), menyikat gigi tanpa dibantu
5 thnMenghitung mainanMengambil makan sendiri




http://ummurasydan.multiply.com/journal/item/1/TAHAP_PERKEMBANGAN_BAYI_DAN_BALITASelengkapnya...

Tips mengatasi flu pada balita

Jika balita anda terserang flu , sering kita bingung dan buru-buru membawanya ke dokter atau dikasih antibiotik. Hal akan ini berdampak tidak baik bagi pertumbuhan balita anda, karena bagaimanapun terlalu sering memberikan antibiotik akan berdampak kurang baik bagi kesehatannya kelak. Jika balita anda terserang flu, jangan buru-buru diberi antibiotik!, cobalah Tips berikut:

1. Ambil beberapa ruas kunyit, kupas dan cuci bersih

2. Parutlah dan masaklah dengan 1/4 gelas air sampai mendidih

3. Biarkan dingin lalu masukan perasan 1/2 butih buar jeruk nipis

4. Saringlah dan campurkan 1/2 sendok teh madu murni, aduk rata

5. Minumkan pada balita 3 kali sehari sampai flu menghilang

Perlu anda ketahui, kunyit mempunyai kandungan atibiotik alami, jeruk nipis dapat menghilangkan dahak dan madu meningkatkan daya tahan tubuh agar tetap sehat. Dengan ramuan diatas flu yang menyerang akan segera hilang lenyap.

Selamat mencoba.Selengkapnya...