Showing posts with label sapi. Show all posts
Showing posts with label sapi. Show all posts

10 Jenis Makanan yang Harus Diperhatikan untuk kesehatan bayi

Bayi makan wortel, telur, yogurt, minum kopi, boleh. Tapi, ada akibatnya bila tidak memperhatikan jumlah tertentu.


Memberikan menu tambahan pada bayi, memang diharuskan dengan catatan harus sesuai usia dan jumlah kalori yang sesuai Menurut Dr. Nita Ratna Dewanti SpA, tambahan asupan pada bayi sebaiknya diberikan setelah bayi berusia 6 bulan dengan alasan kandungan ASI (Air susu Ibu) sudah menurun, baik dari segi kualitas maupun kuantiasnya. Sehingga kebutuhan bayi akan jumlah makanan yang lebih banyak tidak terpenuhi.

Dokter yang berpraktek di rumah sakit Bunda ini tidak memberikan \'pantangan\' terhadap jenis makanan yang akan diberikan pada bayi. Namun demikian, seorang ibu harus paham jenis makanan apa saja yang boleh diberikan pada anaknya yang masih bayi. Makanan yang diberikan tentu harus mengandung banyak sumber vitamin, protein, mineral dan kandungan zat gizi yang mudah dicerna dan bagus untuk pertumbuhannya.

Seperti menu tambahan berikut ini, boleh diberikan asal tidak berlebihan. Karena jika berlebihan akan ada dampaknya walaupun tidak begitu besar.

Wortel

Selengkapnya...

MEMILIH SUSU BAYI

Selain mememperhatikan usia, dalam memilih susu formula yang tepat juga perlu diperhatikan apakah bayi Anda bermasalah atau tidak. Tentunya, apa saja kandungan gizi pada susu formula tersebut perlu Anda ketahui.


Memilih susu formula untuk bayi, tampaknya tak semudah yang dibayangkan. Apalagi sekarang begitu banyak produk susu formula yang ditawarkan, dari yang biasa sampai berlabel mengandung zat gizi tambahan yang penting untuk bayi.


Sayangnya, kebanyakan dari kita tak paham dengan istilah-istilah zat gizi yang terdapat dalam susu formula tersebut. Itulah mengapa, banyak ibu yang akhirnya jadi bingung, harus memilih susu formula seperti apa yang tepat untuk sang buah hati tercinta.


Nah, agar Ibu dan Bapak tak salah pilih, mari kita simak bahasan ahlinya berikut ini.


SESUAIKAN USIA


\"Tentunya yang pertama-tama harus diperhatikan adalah usia si bayi,\" kata Mohamad Harli. Sebagaimana diketahui, susu formula dibagi dalam 2 golongan usia, yaitu untuk bayi usia 0-6 bulan yang umumnya disebut susu formula awal dan untuk bayi usia 6-12 bulan atau susu formula lanjutan. \"Perbedaan ini disebabkan pencernaan bayi usia 6 bulan ke bawah belum sempurna\". Lain hal dengan bayi usia 6 bulan ke atas, \"umumnya sudah mulai lebih baik.\" Bukankah bayi usia ini juga sudah mulai diberi makanan tambahan? Jadi, kandungan gizi dalam susu formulanya pun disesuaikan kemampuan pencernaan bayi usia ini.


Disamping itu, lanjut Harli, \"kebutuhan zat gizi untuk bayi usia 6 bulan ke bawah tak sama dengan bayi usia di atas 6 bulan,\" terangnya. Perbedaan paling jelas terdapat pada kalori. \"Untuk bayi usia di bawah 6 bulan, kalori yang dibutuhkan per harinya sebesar 560 Kkl. Sedangkan bayi usia di atas 6 bulan membutuhkan 800 Kkl per harinya.\" Soalnya, energi bayi usia 6 bulan ke atas sudah lebih banyak karena pertumbuhan usia dan berat badannya bertambah. Jadi, kalori yang dibutuhkan juga lebih banyak.


Dalam bahasa lain, kandungan gizi pada susu formula, baik yang awal atau lanjutan, selalu disesuaikan dengan usia dan kemampuan pencernaan bayi, serta kebutuhan gizi setiap pertambahan usianya. Bahkan, juga dengan berat dan tinggi badan bayi. Tentunya, yang dijadikan patokan adalah ukuran untuk bayi normal.


ADA 3 JENIS


Selengkapnya...

Iritasi pada Kulit Bayi, Apa dan Bagaimana Mengatasinya

Iritasi pada kulit bayi sering terjadi, beberapa keadaan dapat menjadi pemicu terjadinya iritasi, seperti:

* Pemakaian popok sintesis atau celana berlapis plastik yang lama tidak diganti, sering menimbulkan iritasi langsung pada kulit akibat tertimbunnya urin atau kotoran yang mengandung amonia. Tertutupnya daerah popok meningkatkan suhu maupun kelembaban di daerah lipatan bokong makin memudahkan penyerapan bahan-bahan kimia iritan tersebut. Bila berlangsung berulang-ulang pelindung kulit akan rusak, sehingga memudahkan berkembangbiaknya jamur, seperti Candida albicans.

* Pada daerah-daerah lipatan terutama pada bayi gemuk seperti daerah leher, lipat paha, lipat siku, bila terjadi penumpukan keringat yang terlalu lama maka akan mengiritasi kulit bayi. Peradangan berulang yang terjadi juga akan diperburuk dengan berkembangbiaknya jamur seperti Candida albicans.

* Bayi dengan riwayat keluarga alergi akan lebih sering dijumpai keluhan iritasi, seperti sisik halus di daerah kulit kepala akibat pemakaian produk kosmetika sampo ber-pH tinggi atau hair-lotion yang terlalu wangi. Dapat pula dijumpai hal serupa di daerah dada, punggung, perut akibat pemakaian minyak penghangat seperti minyak telon atau kayu putih yang digunakan terus-menerus di iklim panas.

Selengkapnya...

Kolik

Bayi yang terus menangis dapat membuat orangtuanya tertekan. Adalah hal yang lumrah bila mereka merasa tidak menentu, frustrasi, tak berdaya, bersalah, depresi, lelah, jengkel, dan marah.

Kolik adalah menangis dan rewel berkepanjangan selama lebih dari 3 jam sehari. Bayi yang meminum ASI ataupun susu formula dapat mengalami kolik.

Sekitar 30% bayi sehat pernah mengalami kolik. Kondisi ini biasanya terjadi antara minggu kedua dan keempat setelah lahir.

Bayi anda sehat tetapi mungkin mengalami kolik apabila dia :

  • Jumlah waktu menangisnya lebih dari 3 jam sehari selama lebih dari 3 hari dalam 1 minggu.
  • Terkadang menjerit-jerit dan tak dapat dihibur. Kondisi terparah biasanya terjadi pada sore menjelang malam hari.
  • Melurus-luruskan atau menarik-narik kakinya, dan buang angin (kentut). Perutnya seperti membesar karena kembung.

Penyebab Kolik

Tak seorang pun yang tahu persis apa penyebabnya. Sepertinya bayi yang sedang kolik mengalami kontraksi usus yang sangat menyakitkan.

Ada yang beranggapan bahwa kolik berkaitan dengan makanan. Sebagaimana halnya intoleransi laktosa, sensitifitas terhadap protein susu sapi diduga juga menyebabkan kolik. Bayi yang meminum ASI mengalami kolik yang disebabkan kepekaan terhadap salah satu makanan dalam ragam makanan ibunya.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa bayi menangis dan rewel karena menelan udara terlalu banyak pada waktu makan. Menurut pendapat lain, kolik terjadi karena bayi memiliki kepekaan aneh terhadap stimulasi.

Pada beberapa kasus, kolik merupakan gejala penyakit tertentu, misalnya hernia. Apabila bayi anda mengalami kolik, segera periksakan dia ke ahli kesehatan untuk memastikan bahwa penyebab masalah itu bukan penyakit.

Sampai kapan Kolik terjadi?

Pada umumnya kolik mulai timbul dalam bulan pertama sesudah lahir, dan menghilang dengan sendirinya ketika bayi berumur 3 atau 4 bulan.

Bagaimana pengobatannya?

Karena kolik disebabkan oleh banyak hal, tak ada pengobatan tunggal yang efektif untuk semua bayi.

Bila intoleransi laktosa atau alergi makanan diduga sebagai penyebabnya maka penggantian makanan dapat membantu.

Ibu-ibu menyusui agar menghindari produk susu olahan serta makanan yang menimbulkan gas, misalnya kubis, bawang, dan bawang putih. Berkonsultasilah dengan ahli kesehatan tentang cara menangani kepekaan terhadap makanan.

Bila anda memberikan susu formula, mintalah petunjuk ahli kesehatan apakah mengganti dengan formula bebas susu atau formula bebas laktosa untuk mengatasi kolik.

Jika kolik yang dialami merupakan bagian dari fase pertumbuhan maka hal ini akan hilang bersama waktu.

Apa yang bisa dilakukan utk mengatasi Kolik?

Anda bisa mencoba beberapa petunjuk di bawah ini:
  • Terus berdekatan dengan bayi. Gerakan dan kontak tubuh dapat menghiburnya.
  • Membuat gerakan dan bunyi ritmis dengan bantuan penyedot debu, pengering pakaian, atau alat-alat lain.
  • Memberikan empeng mungkin membuatnya lebih nyaman.
  • Menelungkupkan bayi melintang di pangkuan anda sambil menggosok-gosok punggungnya.
  • Membungkus bayi dengan selimut agar dia merasa nyaman dan aman.

Meminta orang lain mengantikan menjaga bayi sejenak supaya anda dapat beristirahat sebentar. Istirahat kira-kira 1 jam sudah cukup untuk memulihkan kesegaran anda.

* http://www.wyethindonesia.com/$$Kolik.html?menu_id=130&menu_item_id=1

Selengkapnya...

Makanan Suplemen Kesehatan Bayi

Yang dimaksud dengan pemberian makanan suplemen adalah memberikan susu botol kepada bayi karena ibu tidak dapat menyusui. Makanan suplemen tersebut mungkin saja ASI yang diperas kedalam botol lalu disimpan dalam lemari es; ASI yang diperas kedalam botol lalu dibekukan dan digunakan beberapa hari kemudian; atau susu formula bayi yang sudah disiapkan dalam botol sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu.

Pemilihan Suplemen

Anda sebaiknya mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli kesehatan lain tentang jenis makanan suplemen yang paling tepat untuk bayi anda. Mereka tentunya akan menyarankan pemberian ASI karena ASI tetap menjadi pilihan terbaik. Namun demikian, memilih antara ASI dan susu formula adalah keputusan pribadi yang anda buat berdasarkan petunjuk ahli kesehatan.

Apabila anda memilih susu formula, tentunya ahli kesehatan akan menyarankan satu formula yang mengandung protein, lemak, vitamin dan mineral paling seimbang. Susu formula yang kandungan gizinya paling mendekati ASI adalah yang terbaik karena bisa dicerna dengan baik serta tidak membebani ginjal bayi.

Ahli kesehatan bisa juga menyarankan susu formula berbahan dasar susu sapi. Formula standar berbahan dasar susu sapi adalah susu sapi yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga lebih mudah dicerna. Beberapa formula seperti ini dipolakan seperti profil nutrisi air susu ibu serta mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah sesuai anjuran.

Akan tetapi, ada sebagian bayi yang alergi terhadap protein susu sapi, atau sulit mencernanya. Untuk bayi-bayi seperti ini, susu formula berprotein kedelai merupakan alternatif terbaik. Sekali lagi, sumber informasi terbaik adalah ahli kesehatan anda.

Makanan Sapihan bukan Suplemen

Perlu diketahui bahwa beberapa jenis makanan lain, serealia misalnya, tidak termasuk golongan makanan suplemen. Serealia, buah-buahan, dan sayuran adalah golongan makanan sapihan yang mulai diberikan kepada bayi ketika berusia sekitar 4 dan 6 bulan dengan petunjuk ahli kesehatan.

Air Susu sapi tdk cocok

Susu sapi cair dan bubuk--segar, rendah lemak, atau skim--bukanlah makanan suplemen yang baik. Sekalipun baik untuk anak dan orang dewasa tetapi, menurut beberapa peneliti, tidak cocok untuk bayi 12 bulan kebawah.

Kandungan nutrisi dalam air susu sapi tidak memenuhi kebutuhan bayi. Zat besinya terlalu sedikit, padahal mineral ini sangat penting untuk kesehatan sel darah merah dan perkembangan mental. Proteinnya terlalu banyak sehingga memberatkan kerja ginjal bayi. Jumlah unsur-unsur gizi lainnya juga tidak tepat, oleh karena itu pemberian susu sapi sepanjang tahun pertama harus dihindari sama sekali.

Sumber: http://www.wyethindonesia.com/$$Suplemen%20Makanan.html

Selengkapnya...